NUSA TENGGARA BARAT — Perenang Bayu Adiwibowo menegaskan semangat bersaing seorang mantan atlet tidak hilang meski tampil di ajang renang masters yang mengusung suasana santai. Pernyataan itu disampaikannya menjelang 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 yang berlangsung 17-18 Oktober 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Konferensi pers kejuaraan tersebut digelar di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Ajang ini mempertemukan perenang masters dari sejumlah negara Asia Tenggara, dengan hampir 600 peserta dari 76 klub atau komunitas yang berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.
Bayu menilai renang masters memang menonjolkan kesenangan dan persahabatan. Namun, menurutnya, hal itu tidak menghapus dorongan setiap peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik saat berada di lintasan.
Ego Kompetitif yang Sulit Dipadamkan
Pengalaman panjang sebagai atlet membuat persaingan menjadi bagian yang sulit dilepaskan. Kebiasaan menjalani pertandingan dan mengejar hasil terbaik membuat para mantan atlet tetap memiliki dorongan untuk menang ketika kembali berlomba.
"Walaupun tagline-nya fun, tapi kalau kita masing-masing atlet itu ego-egonya masih ada. Ego itu yang susah dipadamkan," ujar Bayu dalam konferensi pers tersebut.
Pernyataan itu menggambarkan bahwa suasana santai dalam renang masters tidak lantas membuat persaingan menjadi longgar. Karakter kompetitif yang terbentuk selama berkarier sebagai atlet tetap terbawa ke arena.
Hampir 600 Perenang dari Lima Negara Asia Tenggara
Kejuaraan ini mempertemukan perenang dari berbagai latar belakang dan kelompok umur. Pertemuan tersebut memberi kesempatan kepada peserta untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi sekaligus bertemu dengan perenang lain dari negara berbeda.
Dengan komposisi peserta yang beragam, SEAA Masters 2026 menjadi ajang menguji kemampuan di lintasan. Semangat kompetisi tetap hadir di tengah tujuan lain, seperti menjaga kebugaran dan mempererat persahabatan antarpeserta.
Kebugaran dan Persaingan Bisa Berjalan Beriringan
Bagi Bayu, keberadaan unsur fun dalam renang masters bukan alasan meninggalkan ambisi untuk menang. Keduanya dapat berjalan bersamaan, sehingga pertandingan tetap terasa menyenangkan tanpa menghilangkan jiwa kompetitif yang melekat pada diri seorang atlet.
Pandangan itu sekaligus menegaskan bahwa renang masters bukan sekadar ajang rekreasi bagi mantan atlet. Arena tetap menjadi tempat mengukur kemampuan, meski bungkusnya lebih santai dibanding kompetisi usia aktif.