LOMBOK TENGAH — Pertamina menggandeng Universitas Mataram (Unram) untuk melatih warga dari 20 dusun di Desa Kuta memilah dan mengelola sampah melalui bank sampah. Pelatihan menyasar warga di kawasan Ring 1 Pertamina Mandalika International Circuit, wilayah terdekat dengan sirkuit.
Pertamina turut menghibahkan sepeda motor listrik guna memfasilitasi pengangkutan sampah dari pemukiman warga. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi seperti tas dan merchandise.
Mengapa Desa Kuta Jadi Sasaran Program
Desa Kuta berada di wilayah terdekat dengan sirkuit Mandalika. Pemerintah Desa Kuta turut mendampingi warga dalam mengaktifkan kembali bank sampah yang sempat berhenti beroperasi.
"Di Desa Kuta ini kita berada di wilayah terdekat dengan sirkuit. Nanti pada tanggal 9 sampai 11 Oktober ada perhelatan besar, yaitu sport tourism balap MotoGP," ujar Arya di Desa Kuta, Kamis (8/10/2026).
Pelatihan Hospitality untuk Hadapi Wisatawan Australia dan Eropa
Selain pengelolaan lingkungan, masyarakat dibekali pelatihan hospitality dan bahasa Inggris. Upaya ini dipersiapkan untuk menyambut peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia dan Eropa.
Pelatihan bahasa Inggris dinilai penting karena warga akan berinteraksi langsung dengan tamu asing selama perhelatan MotoGP berlangsung.
Baru Tahap Awal, Targetnya Ekonomi Sirkular
Arya menegaskan, program ini masih dalam tahap awal pelatihan untuk membangun kesadaran masyarakat menuju pembentukan ekosistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Pendekatan bertahap dipilih agar warga tidak hanya menerima bantuan alat, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola sampah secara mandiri setelah ajang balap selesai.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.