Kekeringan Meluas di Dompu, 730 Kepala Keluarga di 4 Kecamatan Krisis Air Bersih

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:53:31 WIB
Warga menerima pasokan air bersih dari mobil tangki BPBD di tengah kekeringan yang meluas di Kabupaten Dompu, NTB.

DOMPU — Kekeringan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), meluas ke sejumlah wilayah. Berdasarkan pemetaan hingga 10 Agustus 2026, bencana ini bertambah dari dua menjadi empat kecamatan, dan memaksa warga bergantung pada pasokan air dari pemerintah daerah.

"Sudah meluas, sekarang dampak kekeringan tersebar di empat kecamatan," ujar Plt. Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muhtajun, Selasa (11/8/2026).

Sebaran 730 KK Terdampak di Empat Kecamatan

BPBD Dompu merinci warga terdampak tersebar di beberapa desa dan kelurahan. Di Kecamatan Woja, kekeringan melanda Desa Baka Jaya, Nowa, dan Kelurahan Kandai II dengan total sekitar 175 kepala keluarga.

Kecamatan Pajo mencatat jumlah terdampak terbesar, yakni 360 keluarga di Desa Ranggao dan Tembalae yang kesulitan memperoleh air bersih. Sementara itu, di Kecamatan Dompu, kekeringan melanda Desa Mangge Nae dan Mbawi dengan 165 kepala keluarga terdampak.

Adapun 40 kepala keluarga lainnya terdampak di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa.

Sumur Dangkal Kering Setelah HTH di Atas 40 Hari

Wan Muhtajun menjelaskan, sejumlah wilayah terdampak selama ini mengandalkan air dari sumur dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter. Memasuki musim kemarau dan kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) yang sudah di atas 40 hari, debit air di sumur-sumur tersebut menurun drastis.

Selain mengandalkan distribusi air dari BPBD, sebagian warga terdampak juga memanfaatkan sumur bor dalam milik tetangga dan warga sekitar sebagai alternatif.

"Beberapa ada alternatif lain, misalkan ambil air dari tetangganya yang punya air bor dalam," jelasnya.

Risiko Perluasan Wilayah Terdampak Masih Terbuka

Wan Muhtajun mengaku belum menemukan kendala berarti dalam penanggulangan dampak kekeringan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa memasuki puncak musim kemarau tahun ini, wilayah dan warga terdampak masih berisiko terus bertambah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Dompu tengah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pihak swasta agar turut mengerahkan mobil tangki membantu pendistribusian air bersih.

"Lagi diupayakan koordinasi dengan BWS dan Bank NTB Syariah. Mereka juga memiliki mobil tangki agar supaya dapat membantu," kata Wan Muhtajun.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top