Mahasiswa KKN Universitas Mataram Latih 50 Petani Kakao di Lombok Barat Lawan Hama Kutu Putih dengan Pestisida Nabati BCL Protect

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:07:01 WIB
Mahasiswa KKN Universitas Mataram melatih 50 petani kakao di Lombok Barat membuat pestisida nabati BCL Protect untuk melawan hama kutu putih.

LOMBOK BARAT — Serangan hama kutu putih selama ini menjadi momok bagi petani kakao di Desa Buwun Sejati. Buah yang rusak akibat hama tersebut membuat kualitas panen menurun dan harga jual anjlok. Kondisi itu mendorong mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram untuk menghadirkan solusi berbasis bahan alami yang mudah didapat di sekitar lingkungan petani.

Uji Coba Satu Bulan di Perkebunan Kakao

Inovasi bernama BCL Protect ini tidak langsung disosialisasikan tanpa pembuktian. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan uji coba di salah satu perkebunan kakao di Desa Buwun Sejati selama satu bulan penuh.

Prosesnya mencakup formulasi bahan, pembuatan pestisida, hingga pengaplikasian secara berkala pada tanaman yang terserang hama. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan penggunaan BCL Protect mampu mengurangi bahkan menghilangkan serangan kutu putih pada tanaman yang diuji.

Pelatihan untuk Petani dari Lima Dusun

Setelah uji coba dinyatakan berhasil, kegiatan sosialisasi dan pelatihan digelar dengan melibatkan petani dari Dusun Otak Re, Pembuwun, Batu Asak, Ngis, dan Aik Nyet. Para peserta mendapat materi tentang karakteristik hama kutu putih, dampaknya terhadap produktivitas kakao, serta pentingnya beralih ke pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Dalam sesi praktik, petani diajak membuat BCL Protect secara langsung menggunakan bawang putih, cengkeh, lengkuas, air, dan sabun cair. Mereka juga diperlihatkan teknik penyemprotan yang benar agar bisa diterapkan mandiri di kebun masing-masing.

Harga Kakao Sempat Anjlok Akibat Buah Rusak

Ketua Kelompok Tani Batu Asak, Hendrawan, mengungkapkan bahwa serangan hama kutu putih telah merugikan petani dalam beberapa waktu terakhir. Harga kakao sempat turun karena banyak buah yang rusak.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Beberapa waktu terakhir harga kakao sempat turun karena banyak buah yang rusak akibat serangan hama kutu putih. Melalui pelatihan ini, kami memperoleh pengetahuan baru tentang cara membuat pestisida nabati yang mudah, murah, dan bisa kami praktikkan sendiri," ujarnya.

Petani Berharap Program Berkelanjutan

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Pembuwun, Suardi. Ia menilai pestisida nabati yang diperkenalkan telah berhasil membantu memberantas hama di tanamannya.

"Terima kasih kepada adik-adik KKN yang telah memberikan pelatihan ini. Do'a serta harapan bapak selalu menyertai adik-adik sekalian dan sukses selalu. Pestisida nabati yang diperkenalkan sangat bermanfaat dan telah berhasil membantu memberantas hama kutu putih pada tanaman kakao kami. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan berkelanjutan agar petani semakin mandiri dalam mengatasi permasalahan di lapangan," tuturnya.

Mengurangi Ketergantungan pada Pestisida Kimia

Melalui program ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap petani mampu menekan biaya produksi dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar mereka. Langkah ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDGs 2 tentang penguatan produktivitas pertanian, SDGs 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDGs 15 untuk menjaga kelestarian ekosistem daratan melalui praktik pertanian berkelanjutan.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top