Pegiat Literasi di Lombok Utara Antar Air Bersih ke Rumah Lansia Saat Sumur Kering, Bangun Sumur Bor untuk Jangka Panjang

Penulis: Zaki Mubarak  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 19:49:01 WIB
Relawan pegiat literasi mengantarkan jeriken air bersih ke rumah warga lansia di pesisir Lombok Utara.

LOMBOK UTARA — Ratusan warga lanjut usia di kawasan pesisir Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini tidak lagi berjalan jauh sekadar untuk mendapatkan air bersih. Sejak kemarau tahun ini lebih panjang dari biasanya, Nursyda Syam dan relawan lingkungan sekitar rutin menyambangi rumah-rumah lansia setiap pagi sebelum matahari meninggi.

Mereka mengangkut jeriken berisi air bersih menggunakan sepeda motor, sebagian lainnya memanfaatkan truk tangki. Gerakan ini menyasar lansia yang tinggal sendirian dan tidak memiliki tenaga untuk menimba air dari sumur yang makin mengering.

Sumur Kering Sejak Sebulan, Lansia Andalkan Bantuan Antar Jemput

Inaq Sena (78), seorang lansia yang tinggal sebatang kara di pinggir pantai, mengaku sumurnya sudah kering sejak sebulan terakhir. Ia tidak sanggup berjalan jauh untuk mengambil air, sehingga bantuan yang diantar langsung ke rumah menjadi penopang utama kebutuhan minum dan mandinya sehari-hari.

"Sumur di rumah saya sudah kering sejak sebulan lalu. Saya tak sanggup berjalan jauh mengambil air. Kalau tidak ada Ibu Nursyda yang mengantar hingga ke rumah, entah bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan minum dan mandi setiap hari," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Bukan Sekadar Jeriken, Sumur Bor Jadi Solusi Jangka Panjang

Upaya Nursyda tidak berhenti pada distribusi air dalam kemasan jeriken. Ia mendorong kerja sama dengan berbagai lembaga mitra agar bantuan berupa sumur bor dapat dibangun di titik-titik yang kesulitan air. Langkah ini ditempuh agar warga, terutama lansia, tidak hanya terbantu saat musim kemarau, tetapi memiliki sumber air yang berkelanjutan sepanjang tahun.

"Kami tidak hanya memberi ikan untuk sekali makan, tetapi berupaya menghadirkan mata air yang terus mengalir. Agar saat musim kering datang kembali, mereka tidak perlu cemas dan tidak perlu berjalan jauh demi setetes air bersih," kata Nursyda saat dikonfirmasi Senin (10/8/2026).

Menurutnya, air bersih adalah hak setiap orang, tak terkecuali mereka yang sudah lanjut usia dan tidak lagi berdaya menjangkaunya. "Ketika musim kemarau datang dan mata air mengering, tugas kita yang masih mampu untuk hadir dan membantu," tegasnya.

Kiprah di Balik Gerakan: dari Klub Baca hingga Bantuan Sosial

Nursyda Syam dikenal sebagai tokoh penggerak literasi dan sosial di Lombok Utara. Ia merupakan pendiri Klub Baca Perempuan, PAUD Anak Negeri, serta berbagai inisiatif pendidikan keluarga. Kegiatan pendidikan yang menyentuh ribuan anak dan orang tua itu beriringan dengan perhatiannya pada kebutuhan dasar warga rentan terdampak perubahan musim.

Keterbatasan akses dan tenaga membuat kelompok lanjut usia menjadi pihak paling rentan saat kemarau melanda. Wilayah pesisir yang jauh dari jangkauan jaringan perpipaan resmi memperparah kondisi, sehingga peran relawan dan lembaga mitra menjadi penolong utama bagi mereka yang tidak lagi mampu menjangkau sumber air.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top